Penipuan Umroh Lagi, Agen Tanggung Dana Jemaah miliaran rupiah

Sebuah perusahaan biro perjalanan haji dan umroh kembali diadukan karena dugaan penipuan. Kali ini dugaan tertuju pada Adhy Tour and Travel wisata halal yg beralamat di Jalan Sudirman, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, dengan korban 151 calon jemaah yg gagal berangkat ibadah.

Perusahaan itu dilaporkan oleh 5 orang yang sebagai ketua atau agen biro bepergian haji & umroh. Mereka mengadu sudah dirugikan karena wajib mengganti uang calon jemaah yang telah disetor senilai Rp dua,09 miliar. Pengaduan dilakukan ke Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota pada Selasa petang 24 Juli 2018.

Kelima orang yg mengadu itu adalah Atin Supriyatin, Mustofa Kamal, Sri, Sukma, dan Kus. Mereka mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Metro Bekasi Kota didampingi seseorang kuasa aturan, Martin Iskandar.
“Kami melapor atas dugaan penipuan dan penggelapan,” istilah Martin usai menciptakan laporan polisi, Selasa malam, 24 Juli 2018.

Martin menampakan, terlapor merupakan Direktur Utama Adhy Tour and Travel, Yanti Irianty Firdaus. Yanti disebutnya paling bertanggung jawab atas perkara dugaan penipuan & penggelapan terhadap dana milik 151 calon jemaah dari banyak sekali wilayah di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. “Paling poly berdasarkan Bekasi,” ujar beliau.

Martin menyampaikan, peristiwa dugaan penipuan & penggelapan terjadi pada 2013 lalu. Para calon jamaah umroh telah melunasi biaya berangkat ke Arab Saudi buat menjalankan ibadah umroh ke biro bepergian Adhy Tour and Travel. “Biayanya berkisar Rp 15-18 juta,” ujar dia.

Meskipun sudah melunasi porto, ratusan calon jamaah umroh tersebut gagal berangkat tanpa alasan yang kentara. Bahkan, hingga hari ini, uang yg sudah disetorkan ke pimpinan biro bepergian tersebut tak kunjung dikembalikan. “Ada dua agen lagi yg ingin melapor,” istilah beliau.

Martin mengatakan, kliennya membawa barang bukti pembayaran melalui adminitrasi perbankan & kwitansi indikasi terima uang. Berkaca dengan masalah First Travel, Martin akan membuka posko pengaduan di Kantor Polres Metro Bekasi Kota bagi korban penipuan Adhy Tour and Travel. “Ini sifatnya darurat,” ucapnya.

Seorang agen Adhy Tour and Travel, Atin Supriyatin, mengaku terus dihantui desakan pertanggungjawaban berdasarkan para calon jemaah yang gagal berangkat lantaran dugaan penipuan. Ia menuturkan, terdapat sebanyak 42 calon dari Bekasi yg mendaftar melaluinya. “Saya hingga jual rumah & gelang buat mengganti uang calon jemaah,” ujar Atin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *