Layanan Kesehatan peziarah Haji Diklaim Meningkat

Kementerian Kesehatan mengklaim layanan kesehatan untuk peziarah tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah kematian kongregasi digunakan sebagai salah satu tolok ukur.

Menurut Sekjen Kementrian Kesehatan, Untunglah, Suseno, angka kematian tahun ini hampir sama dengan dua tahun lalu. Namun demikian, pada tahun 2016 jumlah jamaah sekitar 160 ribu orang sementara saat ini ada lebih dari 200 ribu jamaah. “Alhamdulillah, hasil evaluasi memang menunjukkan angka yang cukup bagus. Jadi kalau kita melihat jumlah kematian saja. Kalau angka kematian spesifik dihitung, ini yang paling rendah,” kata Untung di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pada Minggu (23/9) malam.

Menurut catatan Siskohat dari Dirjen PHU Kementerian Agama, pada tahun 2016 jumlah jamaah meninggal sebanyak 342 orang. Jumlah itu setara dengan 0,20 persen dari total 168 jamaah.

Sedangkan pada tahun 2017, ada 657 jamaah, atau 0,32 persen dari total 203.065 jamaah. Tahun ini, hingga Senin (9/24) pagi waktu setempat sebanyak 381 jemaah meninggal. Jumlah itu sama dengan 0,18 persen dari total jumlah 203.351 peziarah yang berangkat.

Mengacu pada persentase ini, kematian peziarah tahun ini secara proporsional masih lebih rendah dari dua tahun lalu. Dari jumlah total tahun ini, para peziarah yang meninggal di Makkah mencapai 263 orang, di Madinah 73 orang, di Arafah delapan orang, dan di Mina 24.

Penurunan angka kematian yang signifikan dibandingkan tahun lalu muncul di Arafah. Pada 2017, total peziarah meninggal di Arafah yang mencapai 20 orang. “Jadi kita sudah tahu bahwa memperbaiki sistem dan memperbaiki infrastruktur telah berhasil mengurangi angka kematian,” kata Untung.

Penyebab kematian tertinggi tahun ini, menurut Untung, bukanlah penyakit jantung, melainkan paru-paru. Menurut dia, ini juga menunjukkan bahwa pemerintah berhasil melakukan pengawasan istita’ah dari tempat di mana peziarah tinggal di daerah masing-masing untuk embarkasi, kemudian Arab Saudi dan kembali ke debarkasi.

“Jadi para peziarah benar-benar dijaga semua yang kami atur berisiko tinggi. Kami menjaga dengan perawatan kesehatan yang baik dan responsif,” katanya.

hal ini diharapkan juga dalam bidang umroh, agar travel wisata halal ini semakin baik pengelolaannya tidak banyak lagi terjadi penipuan

Dia menambahkan, Tim Gerak Cepat (TGC) juga bergerak tidak seperti tahun lalu. Saat ini, ketika menemukan peziarah dalam keadaan tidak sadar, petugas kesehatan segera memberikan infus, tanpa menunggu transportasi terlebih dahulu. Orang yang sakit langsung ditangani di tempat dengan rejimen yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *