Kain Ihram Terkena Najis? Tenang, Begini Cara Mengatasinya

saat kamu melakukan haji atau umroh pasti membutuhkan yang namanya kain ihram. Seperti yang kamu ketahui bahwa untuk bisa menggunakan kain ihram, kamu memili batas-batas tempat dan waktu tertentu. Dan baru bisa kamu lepas saat kamu telah selesai melaksanakan wukuf di Arafah hingga melempar jumrah.

Pada musim haji, biasanya kain ihram digunakan selama 3 hari antara tanggal 8 – 10 Dzulhijjah. Tentu saja bukanlah perkara mudah, sebab di sini kamu hanya diperkenankan mengenakan pakaian ihram.

Wah, pasti kebayang kan bagaimana aktivitas selama 3 hari itu? 3 hari di sini merupakan aktivitas puncak di mana seluruh jamaah dari berbagai belahan dunia berkumpul pada tempat yang sama: ARMINA (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

1

Sumber: Youtube

Berbagai kegiatan pun harus dilakukan, mulai dari makan, wudhu, bahkan untuk pergi ke MCK. Masih sangat ideal kalau aktivitas itu kamu lakukan sendiri, di masjid. Tapi bagaimana jika di ARMINA? Kamu bakalan antre. Bukan hanya satu dua orang, tapi seluruh jamaah dari penjuru dunia.

Semua aktivitas pada hari ini bisa dikatakan cukup menguras tenaga dan perhatian. Belum lagi pakaian yang kamu gunakan untuk shalat, ibadah, ke MCK dan sebagainya adalah pakaian yang sama yang tiada lain adalah pakaian ihram.

Lantas bagaimana jika kain ihram yang kamu pakai terkena najis? Apakah hal ini membatalkan haji yang dilakukan?

Dan seperti yang kamu ketahui, bahwa najis dapat mengganggu ibadah. Shalat tidak diterima bila tubuh atau kain ihram yang kamu gunakan terdapat najis. Baik itu berupa kotoran, bangkai, darah, dan sebagainya. Hal ini sebagaimana yang diutarakan pada QS. 6: 145.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini? Dari sumber yang dirangkum oleh InfoHaji, kamu tidak perlu khawatir juga pakaian ihram yang kamu gunakan terkena darah yang sedikit (seperti yang keluar dari bisul, jerawat, dan semacamnya). Hal ini dianggap tidak masalah, sedangkan darah yang dianggap najis adalah darah yang mengalir dan banyak jumlahnya.

Sementara bagi kamu (perempuan) yang sedang menjalani ibadah haji namun tiba-tiba ia haidh sehingga mengotori pakaian, dalam kondisi ini, kamu yang mengenakan pakaian ihram terdapat padanya najis boleh melakukan dua hal.
Pertama, kamu diperbolehkan mengganti pakaian ihram. Kedua, kamu bisa mencuci dan membersihkan pakaian ihram sehingga najis tersebut hilang dari pakaian.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Asma binti Abu Bakar Ra bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya tentang pakaian yang terkena darah haidh. Maka Rasulullah Saw bersabda, “Gosoklah najisnya lalu siramlah dengan air sampai bersih.

Bila najisnya sudah hilang, maka kamu diperbolehkan melaksanakan ibadah (shalat) dengan mengenakan kain ihram tersebut.

Nah, sahabat InfoHaji itulah sedikit tuntunan yang boleh jadi dapat menimpa kamu saat pakaian terkena najis.

Kini ada cara yang sangat mudah untuk bisa umroh.

Hanya dengan DP 3 jt rupiah anda sudah dapat berangkat umroh bersama Madinah Indah Wisata

Travel Wisata Halal yang telah memberangkatkan ribuan jamaah dengan pelayanan terbaik.

Dan Travel Wisata Halal ini telah memiliki izin resmi dari kemenag, so jangan Khawatir dengan penipuan.

Insya Madinah Indah Wisata travel yang amanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *