Layanan Kesehatan peziarah Haji Diklaim Meningkat

Kementerian Kesehatan mengklaim layanan kesehatan untuk peziarah tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah kematian kongregasi digunakan sebagai salah satu tolok ukur.

Menurut Sekjen Kementrian Kesehatan, Untunglah, Suseno, angka kematian tahun ini hampir sama dengan dua tahun lalu. Namun demikian, pada tahun 2016 jumlah jamaah sekitar 160 ribu orang sementara saat ini ada lebih dari 200 ribu jamaah. “Alhamdulillah, hasil evaluasi memang menunjukkan angka yang cukup bagus. Jadi kalau kita melihat jumlah kematian saja. Kalau angka kematian spesifik dihitung, ini yang paling rendah,” kata Untung di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pada Minggu (23/9) malam.

Menurut catatan Siskohat dari Dirjen PHU Kementerian Agama, pada tahun 2016 jumlah jamaah meninggal sebanyak 342 orang. Jumlah itu setara dengan 0,20 persen dari total 168 jamaah.

Sedangkan pada tahun 2017, ada 657 jamaah, atau 0,32 persen dari total 203.065 jamaah. Tahun ini, hingga Senin (9/24) pagi waktu setempat sebanyak 381 jemaah meninggal. Jumlah itu sama dengan 0,18 persen dari total jumlah 203.351 peziarah yang berangkat.

Mengacu pada persentase ini, kematian peziarah tahun ini secara proporsional masih lebih rendah dari dua tahun lalu. Dari jumlah total tahun ini, para peziarah yang meninggal di Makkah mencapai 263 orang, di Madinah 73 orang, di Arafah delapan orang, dan di Mina 24.

Penurunan angka kematian yang signifikan dibandingkan tahun lalu muncul di Arafah. Pada 2017, total peziarah meninggal di Arafah yang mencapai 20 orang. “Jadi kita sudah tahu bahwa memperbaiki sistem dan memperbaiki infrastruktur telah berhasil mengurangi angka kematian,” kata Untung.

Penyebab kematian tertinggi tahun ini, menurut Untung, bukanlah penyakit jantung, melainkan paru-paru. Menurut dia, ini juga menunjukkan bahwa pemerintah berhasil melakukan pengawasan istita’ah dari tempat di mana peziarah tinggal di daerah masing-masing untuk embarkasi, kemudian Arab Saudi dan kembali ke debarkasi.

“Jadi para peziarah benar-benar dijaga semua yang kami atur berisiko tinggi. Kami menjaga dengan perawatan kesehatan yang baik dan responsif,” katanya.

hal ini diharapkan juga dalam bidang umroh, agar travel wisata halal ini semakin baik pengelolaannya tidak banyak lagi terjadi penipuan

Dia menambahkan, Tim Gerak Cepat (TGC) juga bergerak tidak seperti tahun lalu. Saat ini, ketika menemukan peziarah dalam keadaan tidak sadar, petugas kesehatan segera memberikan infus, tanpa menunggu transportasi terlebih dahulu. Orang yang sakit langsung ditangani di tempat dengan rejimen yang lebih baik.

Kain Ihram Terkena Najis? Tenang, Begini Cara Mengatasinya

saat kamu melakukan haji atau umroh pasti membutuhkan yang namanya kain ihram. Seperti yang kamu ketahui bahwa untuk bisa menggunakan kain ihram, kamu memili batas-batas tempat dan waktu tertentu. Dan baru bisa kamu lepas saat kamu telah selesai melaksanakan wukuf di Arafah hingga melempar jumrah.

Pada musim haji, biasanya kain ihram digunakan selama 3 hari antara tanggal 8 – 10 Dzulhijjah. Tentu saja bukanlah perkara mudah, sebab di sini kamu hanya diperkenankan mengenakan pakaian ihram.

Wah, pasti kebayang kan bagaimana aktivitas selama 3 hari itu? 3 hari di sini merupakan aktivitas puncak di mana seluruh jamaah dari berbagai belahan dunia berkumpul pada tempat yang sama: ARMINA (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

1

Sumber: Youtube

Berbagai kegiatan pun harus dilakukan, mulai dari makan, wudhu, bahkan untuk pergi ke MCK. Masih sangat ideal kalau aktivitas itu kamu lakukan sendiri, di masjid. Tapi bagaimana jika di ARMINA? Kamu bakalan antre. Bukan hanya satu dua orang, tapi seluruh jamaah dari penjuru dunia.

Semua aktivitas pada hari ini bisa dikatakan cukup menguras tenaga dan perhatian. Belum lagi pakaian yang kamu gunakan untuk shalat, ibadah, ke MCK dan sebagainya adalah pakaian yang sama yang tiada lain adalah pakaian ihram.

Lantas bagaimana jika kain ihram yang kamu pakai terkena najis? Apakah hal ini membatalkan haji yang dilakukan?

Dan seperti yang kamu ketahui, bahwa najis dapat mengganggu ibadah. Shalat tidak diterima bila tubuh atau kain ihram yang kamu gunakan terdapat najis. Baik itu berupa kotoran, bangkai, darah, dan sebagainya. Hal ini sebagaimana yang diutarakan pada QS. 6: 145.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini? Dari sumber yang dirangkum oleh InfoHaji, kamu tidak perlu khawatir juga pakaian ihram yang kamu gunakan terkena darah yang sedikit (seperti yang keluar dari bisul, jerawat, dan semacamnya). Hal ini dianggap tidak masalah, sedangkan darah yang dianggap najis adalah darah yang mengalir dan banyak jumlahnya.

Sementara bagi kamu (perempuan) yang sedang menjalani ibadah haji namun tiba-tiba ia haidh sehingga mengotori pakaian, dalam kondisi ini, kamu yang mengenakan pakaian ihram terdapat padanya najis boleh melakukan dua hal.
Pertama, kamu diperbolehkan mengganti pakaian ihram. Kedua, kamu bisa mencuci dan membersihkan pakaian ihram sehingga najis tersebut hilang dari pakaian.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Asma binti Abu Bakar Ra bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya tentang pakaian yang terkena darah haidh. Maka Rasulullah Saw bersabda, “Gosoklah najisnya lalu siramlah dengan air sampai bersih.

Bila najisnya sudah hilang, maka kamu diperbolehkan melaksanakan ibadah (shalat) dengan mengenakan kain ihram tersebut.

Nah, sahabat InfoHaji itulah sedikit tuntunan yang boleh jadi dapat menimpa kamu saat pakaian terkena najis.

Kini ada cara yang sangat mudah untuk bisa umroh.

Hanya dengan DP 3 jt rupiah anda sudah dapat berangkat umroh bersama Madinah Indah Wisata

Travel Wisata Halal yang telah memberangkatkan ribuan jamaah dengan pelayanan terbaik.

Dan Travel Wisata Halal ini telah memiliki izin resmi dari kemenag, so jangan Khawatir dengan penipuan.

Insya Madinah Indah Wisata travel yang amanah.

Strategi Arab Saudi untuk Jamaah Haji ke Ibadah dengan Benar

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Persiapan Haji 1439 H, tahun ini sangat matang. Kerajaan Arab Saudi telah membuat beberapa rencana administratif, teknis ke pusat media. Termasuk program untuk memperluas bagian ketiga dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Imam dari Masjid Agung Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengatakan, Kerajaan Arab Saudi terus berusaha agar para peziarah melakukan ritual ibadah dengan benar. Salah satu caranya adalah menyebarkan dan memastikan para syekh, cendekiawan dan guru, terus mendampingi para penyembah.

“Rencananya termasuk cakupan, keragaman dan kepatuhan,” kata Abdulrahman ketika menerima sekelompok wartawan dari sejumlah negara di kantornya pada hari Minggu (12/08/2018).

Dia juga mengatur agar wanita dan pria dipisahkan ketika beribadah, setidaknya tiga kali sehari. Menurut dia, musim haji tahun ini, ada ratusan pintu yang disediakan untuk jamaah.

Dia mengatakan ada 210 pintu di Masjidil Haram dan 100 pintu di Masjid Nabi. Kemudian ada 28 eskalator di Masjidil Haram, 38 untuk orang-orang berkebutuhan khusus dan tujuh untuk wanita.

Selain itu, antara lembaga dan kementerian juga bekerja bersama dan berkoordinasi sehingga peziarah melaksanakan ziarah dengan tenang.

“Mulai kedatangan para peziarah, yang berlangsung dua bulan dari bulan pertama Zulhijjah (Haji) sampai akhir Zulhijjah,” katanya.

Jawaban Kanwil Kemenkumham Kalsel Soal Keluhan Biro Jasa Haji & Umrah di Kalsel Soal Biaya Visa

Dinas biro, biro perjalanan haji, umroh di Kalimantan Selatan mengeluhkan ketentuan Pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2017 tentang pengenaan biaya visa progresif 2.000 Riyal baik sebagai peziarah atau sebagai panitia, pengawas dan pemimpin kelompok yang telah melakukan perjalanan umrah berulang kali .

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Tidak hanya itu, beban baru yang harus ditanggung oleh rakyat Indonesia juga merupakan ketentuan yang mulai berlaku pada 24 September, yaitu untuk semua pemohon visa (umroh, haji, kerja dan lainnya) untuk melakukan pencatatan biometrik (mata retina) pengambilan foto dan pencatatan sidik jari langsung) di sebuah perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Saudi, VFS / Tasheel, yang saat ini memiliki 34 kantor perwakilan di Indonesia, seperti di Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Hal ini dikemukakan oleh Dodi Karnida, Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan.

“Persyaratan untuk melakukan catatan biometrik bagi pemohon visa ke Arab Saudi atau pengenaan visa Arab Saudi reguler secara progresif, adalah otoritas negara sebagai manifestasi kedaulatan penuh negara seperti Arab Saudi. Bahkan jika seseorang sudah memiliki visa , tidak secara otomatis seseorang akan diberikan izin masuk. Mungkin bagi orang yang sudah memiliki visa di paspor mereka untuk tidak diberikan izin masuk oleh petugas imigrasi di pintu masuk negara karena alasan tertentu untuk kedaulatan negara. juga tidak dibebani dengan kewajiban untuk memberikan alasan yang jelas. “Misalnya, dengan menyatakan bahwa kehadirannya tidak diharapkan di negara ini,” kata Dodi dalam menanggapi laporan desa.

Karena tidak ada kantor Tasheel di Kalimantan Selatan di mana terdapat banyak Calon Jamaah, calon pelamar tersebut harus datang ke tempat-tempat Tasheel dan ini tentu akan menciptakan biaya akomodasi dan transportasi baru dan biaya ini tidak termasuk biaya dari catatan biometrik itu sendiri. .

Dodi percaya bahwa pemerintah pasti akan berjuang demi kepentingan rakyat untuk meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh komunitas ini.

Selama ini pemerintah selalu berinovasi untuk meringankan beban masyarakat seperti yang dipelopori oleh Imigrasi dan pemerintah kabupaten Tabalong yang dalam bentuk rencana untuk membentuk Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK) Banjarmasin di Tanjung yang tidak ada yang lain selain membawa layanan imigrasi ke masyarakat, sehingga orang tidak perlu jauh-jauh ke Kanim Banjarmasin, Kanim Batulicin dan Unit Layanan Paspor (ULP) Kanim Banjarmasin di Barabai.

Jejak Jemaah Haji Masa Kolonial Belanda

Suatu ketika ketika Anda bermain di Jeddah, lihatlah kota tua di daerah itu. Oleh penduduk setempat, ia juga disebut Al Balad, tidak jauh dari kantor pemerintah di Jeddah. Mengunjungi lokasi, tidak hanya perjalanan melintasi ruang angkasa tetapi juga mundur dalam waktu, jauh ke belakang ketika Khalifah Utsman bin Affan mendirikan wilayah tersebut pada abad ke-7.

Bangunan-bangunan itu tidak tersentuh selama ratusan tahun. Pintunya masih menyimpan keindahan ukiran Arab di masa lalu. Masing-masing adalah cap dari berbagai kerajaan yang telah menguasainya.

Jalan-jalan sempit, seperti jamak pada Abad Pertengahan, sepenuhnya bertentangan. Dia adalah geng kenangan, labirin 1,5 kilometer per persegi dengan bangunan bertingkat kuno yang bisa mencapai 30 meter.

Di masa lalu ia dikelilingi oleh tembok pelindung yang mulai diruntuhkan pada 1940-an. Sekarang hanya gerbang raksasa yang tersisa.

Berjalan-jalan di dalam kompleks, mudah untuk membayangkan sosok-sosok yang tiba-tiba muncul dalam kisah 1001 Malam. Lanun dan pangeran, jin dan burung mistis.

Tetapi ini juga tempat yang penting dalam sejarah ziarah orang-orang di negara tersebut. Setidaknya itulah tebakan saya ketika mengunjungi lokasi pada Sabtu (4/8) sore kemarin.

Seperti yang dikompilasi oleh Catia Antunes dan Jos Gommans dalam Menjelajahi Kekaisaran Belanda, 1600-2000 (2014), Kerajaan Belanda pada awalnya dimaksudkan untuk mendirikan konsulat di Mekah untuk mengawasi para peziarah dari Hindia Belanda pada pertengahan abad ke-19. . Namun, karena wilayah itu dilarang untuk non-Muslim, mereka akhirnya mendirikan konsulat di Jeddah pada tahun 1872.

Menurut catatan Konsul W Hanegraaf dalam laporan tahun 1873 yang diterbitkan dalam buku itu, konsul itu harus dikunjungi oleh para peziarah dari negara itu segera setelah ia tiba di Jeddah. Di konsulat, kongregasi kemudian mengajukan izin perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda di setiap wilayah di negara itu untuk didaftarkan.

Begitupun nanti, ketika mereka kembali ke ziarah dan ingin kembali ke kampung halaman mereka. Mereka harus mengambil izin perjalanan yang disita pada saat kedatangan. “Jadi, jika ada yang meragukan keaslian ziarah seseorang, mereka hanya menulis kepada konsul di Jeddah yang dapat segera menemukan daftar peziarah dari Pattie atau Soerabaja, misalnya,” tulis Hanegraaf dalam laporannya.

Pada saat itu, menurut pembukaan Terusan Suez, memang ada peningkatan peziarah Indonesia ke Tanah Suci menggunakan kapal uap. Menurut catatan Belanda, peziarah yang awalnya berkisar dari 2.000 pada 1860-an melompat ke 7.000 pada 1880-an. Bahkan hampir menyentuh 12 ribu pada pergantian abad.

Pada saat itu, penguasa kolonial Belanda juga sering menginterogasi para penyembah tentang perkembangan isu-isu perlawanan terhadap kolonialisme di Mekkah. Ini secara tidak langsung menunjukkan di mana konsulat Belanda berada di Jeddah pada waktu itu. “Bagi kami, yang hidup seperti tahanan di tembok-tembok Kota Jeddah, Mekah sebagai pusat Dunia Islam sepenuhnya tertutup,” tulis Consul J A de Vicq yang menjabat dari 1885 hingga 1889 dalam laporannya.

Ini berarti bahwa lokasi konsul Belanda tidak mungkin di luar perbatasan Kota Bersejarah Jeddah. Hal ini dikuatkan oleh penelitian Ferry de Goey, seorang profesor dari Universitas Erasmus, Rotterdam, yang kemudian tercatat sebagai Konsul dan Lembaga Kapitalisme Global, 1783-1914 (2015). Dalam buku tersebut, De Goey menulis bahwa kekuatan ekstrateritorial konsulat Belanda dan konsulat negara-negara barat lainnya dibatasi oleh dinding dan gerbang Kota Tua Jeddah.

Dari era awal pembentukan konsulat, salah satu potret yang paling banyak beredar diambil oleh orientalis Belanda, Snouck Hurgronje. Gambar menunjukkan sekelompok peziarah dari Mandailing, Sumatra, jongkok di sebuah bangunan yang bentuknya tidak jelas. Sejauh ini Kerajaan Belanda dan Kerajaan Arab Saudi belum meluncurkan lokasi yang tepat dari konsulat bersejarah.

Sementara foto-foto lama konsulat dari 1921 hingga 1945 sering tidak konsisten dalam bentuk bangunan. Di antaranya adalah Museum Maritim Rotterdam yang menggambarkan konsulat Belanda di Jeddah pada tahun 1924 dan mengambil gambar dari film dokumenter Kruger Filmbedrijf pada tahun 1928. Satu-satunya petunjuk dari gambar pada saat itu adalah bahwa itu terletak di sebelah selatan Gerbang Madinah.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Saat ini, gerbang masih berdiri di seberang jalan dari Masjid Qishas di daerah Al Balad, Jeddah. Ketika saya pergi ke sana, gerbang itu dijaga oleh dua Abdullah yang merupakan keturunan Arab Saudi.

Muhammad, seorang pekerja konstruksi Somalia di Kota Tua Jeddah membenarkan kecurigaan ini. Ia ditemukan hanya sekitar 100 meter dari Gerbang Medina ke pusat kota bersejarah. “Ini bukan tempat Muslim. Di sini pernah menjadi tempat kafir,” katanya sambil membuat gerakan melingkar di atas kepalanya dengan jari telunjuknya. Katanya, mendengar itu sudah lama dari orang-orang tua yang tinggal di daerah bersejarah.

Syarif, seorang lansia yang juga berasal dari Mogadishu, setuju. Menjelang sore, dia tampak sedang bersantai dengan para pekerja dari Somalia. Dia telah mulai menjelajahi Kota Tua Jeddah selama lebih dari 30 tahun.

Jauh sebelum daerah itu mulai ditinggalkan oleh penduduknya pada tahun 2007 sesuai dengan rencana pendirian warisan budaya oleh UNESCO yang akhirnya dikonfirmasi pada tahun 2014. “Jamaah haji dari zaman kuno mengatakan bahwa ini adalah tempatnya,” kata 75 laki-laki berusia satu tahun.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Setidaknya untuk hari itu, aku pulang ke rumah tanpa bisa tahu persis di mana gedung-gedung tempat para peziarah tua dari negara itu mengantre dan mengurus beleid ke Tanah Suci. Tapi kita bisa yakin mereka ada di kota tua ini.

Turun di pelabuhan tua di Kota Tua Jeddah sebelum dipindahkan lebih jauh ke selatan. Mereka mungkin menelusuri labirin kompleks di sana dan seperti peziarah saat ini, tersesat sesekali. Mereka juga menginjak jalanan kuno dengan balok-balok yang saya jalani hari itu.

Di antara mereka, dari 1906 hingga 1911, ada seorang pemuda yang kemudian memiliki peran penting dalam pembentukan sebuah negara yang disebut Indonesia. Tapi seperti yang dikatakan Shahrazad untuk menunda eksekusinya, “Ini adalah cerita untuk lain waktu, Tuanku”.

Kelompok ke-14 JCH meninggal di hotel, keluarga itu tulus dengan Isak Tangis

Berita kesedihan datang lagi dari Calon Haji Embarkasi Makassar (JCH). Kali ini dari Grup 14, JCH dari Manokwari, Papua Barat, Aty Yuliana Kasmidi meninggal pada usia 62 tahun. Aty dilaporkan meninggal di hotel Al-Aseel Masat sekitar pukul 18:00 Waktu Arab Saudi (WS), Sabtu (8/11/2018).

“Innalillahi Wa Innaailaihi Rojiun.
Telah meninggal dunia ke rahmatullah salah satu jemaat kami di UPG 14th Class di Kamar Hotelnya pada hari ini, Sabtu 11 Agustus 2018, pukul 18.00 WS, setelah ditangani oleh TKHI Kloter dibantu oleh TGC (Fast Motion Team, red) Daker Mekah. Semoga almarhum akan diterima dengan baik oleh Allah SWT, “lapor Ketua Konferensi Kelas 14, Mawardi Siradj.

Wardi juga menjelaskan bahwa almarhum yang memiliki riwayat penyakit jantung tidak banyak mengeluh. Dia mengungkapkan bahwa awalnya almarhum hanya merasakan sesak nafas dan batuk. Almarhum kemudian menerima perawatan medis, tetapi hidupnya tidak bisa diselamatkan.

Umroh Hemat Dan Menyenangkan Dengan Umroh Murah Jakarta

“Almarhum telah melakukan dan menyelesaikan Umrah Wajib (Tawaf, Sunnat Thowaf, Sa’i dan Tahallul) meskipun menggunakan kursi roda, dan juga telah membayar DAM karena almarhum mengambil ziarah Tamattu, bahkan almarhum mengatakan bahwa dia merasa baik setelah melihat Ka “Bah., tapi takdir mengatakan sebaliknya, hari ini almarhum yang awalnya hanya merasa sesak nafas dan batuk saja, harus menghadapi kehadiran Allah SWT,” jelasnya kepada tim inipasti.com.

Mengenai masalah pemakamannya, Wardi menjelaskan bahwa partainya telah melaporkan langsung ke kantor sektor 6 wilayah Mahbas Jin. Dia juga mengatakan bahwa Dokter Kloter ke 14 Dr. Benny Novrianto juga mengurus KKHI Daker Mekkah

Berita ini juga telah disampaikan kepada keluarga almarhum di tanah air. Wardi mengatakan bahwa keluarga almarhum telah menjelaskan kepergian ibu

“Saya juga telah menghubungi keluarga almarhum di Manokwari, putra almarhum atas nama Baharuddin, untuk menyampaikan berita tentang keberangkatan almarhum di Tanah Suci Mekah, hanya tangisan kesedihan yang kami dengar dari putra almarhum. Pada intinya, mereka dengan sepenuh hati menerima berita ini, dan berharap bahwa ibu mereka dapat diurus sampai pemakaman. Kami menjawab kesediaan Tuhan, Almarhum Khusnul Khotimah dan berada di tempat paling suci di dunia, “tutupnya.

Meninggal di Hotel

Batuk Setelah Kembalinya Haji, Waspadai saluran pernapasan Anda

Saat ini sebagian besar jamaah Indonesia secara bertahap kembali ke Indonesia. Selain berbagai hadiah yang dibawa, sebagian besar jamaah ini juga mengalami batuk

 

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Dr.Ari F Syam Sp.PD., pengalamannya menjadi tim Haji, baik Haji Biasa dan Khusus Haji (ONH plus) menemukan bahwa hampir 80 persen jemaat akan mengalami batuk ketika di tanah Suci. Bahkan batuk pun terbawa ke tanah air.

 

Batuk bisa terjadi karena rangsangan di saluran pernapasan kita. Batuk juga bisa menjadi upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran pernapasan,” kata dokter Ari,Rabu, 12 September, 2018

 

Batuk dapat menghasilkan batuk produktif dengan banyak lendir atau dahak, bisa tanpa dahak atau batuk kering. Batuk yang terjadi juga bisa karena jemaat sudah memiliki masalah dengan paru-paru sebelumnya, misalnya dalam bentuk bronkitis, sinusitis atau asma bronkial yang memburuk saat berada di tanah suci.

 

Stimulasi yang menyebabkan batuk dapat terjadi karena berbagai hal akibat iritasi pada saluran pernapasan bagian atas. Ini juga dapat terjadi karena infeksi (virus, bakteri atau jamur) atau hanya reaksi alergi seperti debu, atau karena asap. Atau karena memang rangsangan asam lambung naik ke bagian atas yang merangsang tenggorokan.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

“Kami tahu bahwa memang ada perbedaan cuaca antara cuaca di tanah air dan cuaca di Indonesia. Kelembaban yang rendah di Tanah Suci, udara kering dan dingin. Ini akan memicu iritasi pada saluran pernapasan bagian atas,” lanjutnya.

 

Apalagi jika jemaat tidak cukup minum. Selain itu, kegiatan jemaat yang sering melakukan zikir dan doa terkadang diucapkan sehingga bisa membuat tenggorokan kering. Selain batuk, kondisi ini juga bisa membuat radang pada pita suara sehingga jemaat yang mengalami kondisi ini menjadi serak.

 

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi batuk antara lain, cobalah istirahat yang cukup, minum banyak air, terutama air hangat, hindari makanan yang berminyak, terlalu manis dan dingin. Jika batuk berlanjut, Anda harus menemui dokter.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

“Khususnya jika batuk lebih dari 2 minggu setelah dirawat, maka perlu memiliki rontgen dada (foto dada) untuk menilai kondisi paru. Nanti dokter akan menilai apakah batuk yang dialami saat ini disebabkan oleh infeksi atau hanya alergi atau karena asam lambung yang berlebihan. Batuk yang terus dibawa ke tanah air ini harus dievaluasi jika terus berlanjut. “

Tahun ini, 64 Haji Pakistan Meninggal di Arabia

Umroh Murah Di Jakarta Lebih Hemat Dan Berkualitas

Otoritas ziarah Pakistan mengkonfirmasi sebanyak 64 jamaah dari negara itu meninggal selama ziarah tahun ini. Dilaporkan di Gulf Business pada Minggu (2/9), korban tewas masing-masing adalah 16 wanita dan 48 jamaah pria. “Mereka berusia 40-an dan 80-an,” kata juru bicara Kementerian Agama dan Imran Siddiqi, Keragaman Antaragama.

 

Dia merinci, sebanyak 46 jamaah meninggal di Mekah, tujuh di Madinah, tujuh di Mina, dan empat di Arafah. Menurut laporan, sebagian besar jamaah meninggal karena kelelahan atau kecelakaan di jalan. “Anggota almarhum dikubur di wilayah Saudi, sesuai dengan keinginan keluarga mereka,” kata Siddiqi.

 

Tahun lalu, 108 jamaah Pakistan meninggal selama ziarah. Tahun ini, total 184.210 jamaah dari Pakistan melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk berziarah.

 

Secara keseluruhan, Kerajaan Arab Saudi (KSA) menyambut lebih dari 2,3 juta jamaah dari seluruh dunia pada 2018. Tidak ada laporan masalah kesehatan dan lainnya selama musim Haji tahun ini.

Panitia Bersyukur Haji Indonesia Sadar Diri soal Kesehatan Di Tanah Suci

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Komite Penyusunan Haji (PPIH) Derbarkasi Surakarta Afief Mundzi mengatakan, tingkat kesadaran para jamaah yang berdesakan di Surakarta, Jawa Tengah dalam menjaga kesehatannya sendiri lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kami menilai bahwa para jamaah yang sakit dirujuk dan meninggal di Tanah Suci dalam pelaksanaan tahun ini menunjukkan tingkat kesadaran jemaat lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Afief di Asrama Donohudan Hajj Boyolali, sebagaimana dilaporkan oleh Antara, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, jamaah diberikan dengan alat keselamatan diri (APD) yang dibawa saat keberangkatan, seperti masker, alat semprotan air, salep mengurangi rasa sakit, dan ORS untuk mengurangi dehidrasi.

“Alat APD disediakan oleh panitia untuk jemaat, setidaknya sebagai upaya mengantisipasi keberadaan cuaca yang relatif berbeda dengan yang ada di dalam negeri,” katanya.

Selain itu, lanjut Afief, para jamaah juga disediakan dengan payung yang disediakan oleh panitia. Cuaca di Tanah Suci saat ini, katanya, dari informasi yang diterima berkisar antara 45 hingga 47 derajat Celcius.

“Namun, secara umum hal itu tidak terlalu bermasalah karena jumlah jamaah yang dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi hingga saat ini lebih kecil, yakni tujuh orang, dibandingkan tahun sebelumnya yang pelaksanaannya jauh lebih besar,” kata Afief.

Travel Umroh Terbaik Dengan Travel Wisata Halal

Tidak hanya itu, menurut Afief, tingkat kematian jamaah debarkasi di Surakarta hingga saat ini 68 kedatangan penerbangan turun sebanyak 62 orang, sementara 2017 lalu mencapai sekitar 130 orang.

Ini, lanjutnya, adalah karena keamanan yang dilakukan oleh jemaat relatif lebih baik daripada tahun sebelumnya. Kepatuhan dengan jemaat, kata Afief, sekarang relatif lebih baik.

“Jadi penggunaan topeng jemaat tahun ini lebih untuk mengantisipasi penyakit atau virus,” katanya.

Umroh Hemat Dan Menyenangkan Dengan Travel Wisata Halal

PPIH Debarkasi Surakarta pada Senin, 17 September 2018, memulangkan tiga kelompok jamaah, yaitu 67 orang dari Jepara, sebanyak 357 orang tiba di bandara Adi Soemarmo Boyolali pukul 11:10 WIB.

Kemudian dilanjutkan ke 68 kloter dari Jepara dan kota Semarang sebanyak 354 orang yang datang pukul 13.10 WIB. Serta 69 kelompok dari Kota Semarang sekitar pukul 15.05 WIB.

Afief menganggap bahwa kedatangan 68 kelompok jamaah itu kurang dari lima orang, sedangkan pada saat keberangkatan ada 359 orang. Ini karena empat orang pindah atau bermutasi ke armada mereka, sementara satu orang lainnya meninggal di Tanah Suci.

“Seorang jamaah yang tewas dari penerbangan ke-68 adalah Sugeng Mufrih Abdullah Abdullah Farid (63) warga Jalan Tlogo Indah No. 7 RT 04 / RW 06 Pelebon Pedurungan, Kota Semarang. Seorang jamaah dilaporkan telah meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi. , di Mekah pada 2 September 2018, “Afief menjelaskan.

Menurut dia, jumlah jamaah yang telah dipulangkan ke 68 pilot adalah 24.357 orang dari total 34.112 orang yang berangkat tahun ini.

Jumlah total jamaah yang meninggal berjumlah 62 orang, terdiri dari 58 orang di Tanah Suci, tiga orang di negara itu, dan satu lainnya di pesawat terbang.