Amien Rais & Prabowo Umrah, Bertemu pada Depan Kaabah

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bertemu pada depan Kaabah, Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia, Sabtu, dua Juni 2018. Keduanya bertemu ketika sama-sama melaksanakan umrah murah jakarta.

“Pak Amien dan rombongan terlebih dahulu menuntaskan umrah,” ujar politikus PAN, Drajad Wibowo ketika dihubungi Tempo, Sabtu, dua Juni 2018. Jumat malam, 1 Juni 2018, Amien menentukan tetap berada pada Masjidil Haram buat melaksanakan salat sunnah dan ibadah lainnya.

Baca: PKS Berharap Pertemuan Jokowi dan Amien …

Menurut Drajad, ke 2 tokoh ini bertemu seusai Prabowo menuntaskan tawaf dan salat sunnah. “Sekitar jam 02.00, Mas Prabowo menginformasikan bahwa dia bersiap-siap menuju Masjidil Haram buat memulai tawaf.”

Dalam foto yang dikirimkan Drajad, Amien & Prabowo bertemu pada depan Kaabah & mengenakan sandang ihram. Di sekitar mereka tampak sejumlah tokoh aksi Aksi 212 yg unjuk rasa dua Desember 2016, seperti pengurus Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif dan Ansufri Idrus Sambo.

Dalam pertemuan itu, kata Drajad, keduanya hanya berdoa, berfoto beserta, dan saling menanyakan kabar. “Tidak ada pembicaraan politik.”

Keduanya, istilah Drajad, bertemu sampai ketika salat subuh datang. “Beliau berdua & rombongan kembali ke hotel masing-masing bakda salat subuh.”

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berkata Amien Rais-Prabowo dan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera akan melaksanakan umrah bersama. Umrah para tokoh politik ini, istilah Fadli, menandakan hubungan tiga partai itu semakin kompak. Ia membantah umrah ini ajang konsolidasi buat menghadapi pemilihan presiden 2019.

Korban First Travel Mau Gugat Penguasaan Aset Sitaan sang Kanomas

Juru bicara Pengurus Pengelola Asset Korban First Travel disingkat PPAKFT, Dewi Gustiana, telah mempertanyakan peminjaman barang bukti sitaan ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Japidum) Kejaksaan Agung.

Hal itu telah disampaikan eksklusif oleh perwakilan jemaah korban First Travel wisata halal. “Kami telah sampaikan pada hari Kamis” ujar Dewi kepada Tempo Ahad 22 Juli 2018.

Menurut Dewi dalam putusan pengadilan kasus tindak pidana pencucian uang First Travel disebutkan bahwa PT Kanomas Travel and Tours mendapatkan pembagian aset. Aset First Travel didapatkan mereka yakni rumah kantor mobil serta beberapa barang lainnya. “Hal ini sebagai pembayaran utang karena jual beli” ucap beliau.

Putusan mengenai pengelolaan aset kata Dewi tentunya merugikan bagi jemaah yg sebagai korban. Saat itu mengajukan penolakan saat sidang putusan. “Nah penolakn ini mengakibatkan hakim menetapkan aset diserahkan ke negara” paparnya.

Dia membicarakan bahwa para jemaah korban First Travel permanen merasa nir puas. Justru PPAKFT menemukan bukti bahwa akta jual beli aset ke Kanomas terjadi dalam tanggal 10 Agustus 2017.

“Dimana Andika dan Annisa sudah pada tahanan Bareskrim menjadi tersangka” celoteh dia. Menurut Dewi adanya bukti itu maka langkah selanjutnya akan dilakukan gugatan mengenai aset First Travel.

Hal senada juga disampaikan oleh jemaah korban First Travel Dina mengatakan bahwa telah mendapat informasi bahwa aset First Travel yang disita sudah dipinjam pakai sang Kanomas. Padahal itu dibeli memakai uang jemaah. “Semua jemaah geram” pungkasnya.

Sebelumnya lima unit mobil aset First Travel yg disita sang negara telah tidak tampak di page Kejaksaan Negeri Depok. Mobil-mobil itu adalah barang bukti tindak pidana pencucian uang.

“Barang bukti (First Travel) itu telah dipinjam usang,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Depok saat ditemui dikantornya, Jumat 20 Juli 2018. Menurut Sufari, kelima aset itu istilah pinjam gunakan sang pemohon yakni PT Kanomas Tours dan Travel.

Penipuan Umroh Lagi, Agen Tanggung Dana Jemaah miliaran rupiah

Sebuah perusahaan biro perjalanan haji dan umroh kembali diadukan karena dugaan penipuan. Kali ini dugaan tertuju pada Adhy Tour and Travel wisata halal yg beralamat di Jalan Sudirman, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, dengan korban 151 calon jemaah yg gagal berangkat ibadah.

Perusahaan itu dilaporkan oleh 5 orang yang sebagai ketua atau agen biro bepergian haji & umroh. Mereka mengadu sudah dirugikan karena wajib mengganti uang calon jemaah yang telah disetor senilai Rp dua,09 miliar. Pengaduan dilakukan ke Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota pada Selasa petang 24 Juli 2018.

Kelima orang yg mengadu itu adalah Atin Supriyatin, Mustofa Kamal, Sri, Sukma, dan Kus. Mereka mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Metro Bekasi Kota didampingi seseorang kuasa aturan, Martin Iskandar.
“Kami melapor atas dugaan penipuan dan penggelapan,” istilah Martin usai menciptakan laporan polisi, Selasa malam, 24 Juli 2018.

Martin menampakan, terlapor merupakan Direktur Utama Adhy Tour and Travel, Yanti Irianty Firdaus. Yanti disebutnya paling bertanggung jawab atas perkara dugaan penipuan & penggelapan terhadap dana milik 151 calon jemaah dari banyak sekali wilayah di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. “Paling poly berdasarkan Bekasi,” ujar beliau.

Martin menyampaikan, peristiwa dugaan penipuan & penggelapan terjadi pada 2013 lalu. Para calon jamaah umroh telah melunasi biaya berangkat ke Arab Saudi buat menjalankan ibadah umroh ke biro bepergian Adhy Tour and Travel. “Biayanya berkisar Rp 15-18 juta,” ujar dia.

Meskipun sudah melunasi porto, ratusan calon jamaah umroh tersebut gagal berangkat tanpa alasan yang kentara. Bahkan, hingga hari ini, uang yg sudah disetorkan ke pimpinan biro bepergian tersebut tak kunjung dikembalikan. “Ada dua agen lagi yg ingin melapor,” istilah beliau.

Martin mengatakan, kliennya membawa barang bukti pembayaran melalui adminitrasi perbankan & kwitansi indikasi terima uang. Berkaca dengan masalah First Travel, Martin akan membuka posko pengaduan di Kantor Polres Metro Bekasi Kota bagi korban penipuan Adhy Tour and Travel. “Ini sifatnya darurat,” ucapnya.

Seorang agen Adhy Tour and Travel, Atin Supriyatin, mengaku terus dihantui desakan pertanggungjawaban berdasarkan para calon jemaah yang gagal berangkat lantaran dugaan penipuan. Ia menuturkan, terdapat sebanyak 42 calon dari Bekasi yg mendaftar melaluinya. “Saya hingga jual rumah & gelang buat mengganti uang calon jemaah,” ujar Atin.

33 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Saat Fase Armuzna

Pemerintah Indonesia mencatat ada sebesar 125 jemaah haji Indonesia yg wafat selama melaksanakan prosesi ibadah haji dan umroh murah di jakarta 2018 sampai Rabu, 22 Agustus 2018. Sebanyak 33 orang diantaranya mati dalam fase Arafah, Muzdalifah & Mina (Armuzna).

Rinciannya, pada Arafah terdapat tujuh anggota jemaah mati, Muzdalifah lima jemaah, dan Mina 21 jemaah. Penanggung Jawab Pos Kesehatan Haji Indonesia Muhammad Yanuar Fajar menyampaikan jemaah di Mina sebagian akbar mengalami gangguan kesehatan lantaran kelelahan dan dehidrasi. “Jumlahnya mampu bertambah bila jemaah tak bisa menjaga kebugaran,” kata beliau, Rabu, 22 Agustus 2018.

Menurut beliau, Mina sebagai kawasan yg rentan bagi jemaah haji lantaran fase ibadah ini tergolong menguras fisik, terutama bagi mereka yang mempunyai kendala kesehatan & sudah berusia lanjut. Prosesi mabit & jumrah di tempat Mina dilaksanakan dalam 21-24 Agustus 2018. Dua kegiatan itu galat satunya diisi menggunakan amalan melempar batu di hari Nahar (10 Zulhijah) & hari Tasyrik (11-13 Zulhijah).

Fajar menyampaikan fase ibadah haji mabit pada Mina yang diselingi menggunakan lempar jumrah di Jamarat tergolong melelahkan. Sebelum pada Mina, jemaah akan kurang istirahat sesudah menjalani ibadah dan berbagai aktivitas di Madinah dan Mekah, wukuf Arafah, mabit Muzdalifah, & lainnya.

Saat di Mina, kata Fajar, mereka wajib jalan kaki pergi pulang rute Mina-Jamarat dengan jeda lebih kurang 5 kilometer, ditambah kendala cuaca panas di Arab Saudi. Apabila jemaah menerima tenda di Mina Jadid, jarak tempuh Jamarat pulang pulang bisa lebih dari lima kilometer.

Fajar berkata salah satu pos kesehatan di Mina yg melayani jemaah Indonesia sempat terisi penuh ketika 10 Zulhijah lalu. Sebagian akbar pasien adalah jemaah yang mengalami hambatan kesehatan pada tengah prosesi Jumrah Aqabah. Fase jumrah ini tergolong paling riskan poly anggota jamaah bertumbangan. “Ada 30 loka tidur buat pasien di pos kesehatan kami, ketika jumrah Aqabah hingga tidak muat & beberapa terpaksa harus ditempatkan pada lantai, sebagian dievakuasi ke loka lain,” kata beliau.

Porsi Investasi Dana Haji 10 Persennya Ditempatkan pada Reksa Dana

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan mengalokasikan 10 persen menurut total dana kelolaan investasi buat dimasukkan ke reksa dana. Rencananya, investasi dilakukan secara sedikit demi sedikit.

Total dana haji per pertengahan tahun ini mencapai Rp 105 triliun. Dengan demikian, sedikitnya dana segar yg masuk ke reksa dana mencapai Rp 10 triliun. Anggota BPKH, Beny Witjaksono, menyebutkan, pihaknya ketika ini sudah memilih 15 perusahaan manajer investasi sebagai kawan.

“Kami berharap porsi investasi buat reksa dana dari dana total kami bisa 5-10 % secara bertahap. Kami juga sudah menemukan kawan strategis manajer investasi,” ucapnya, seperti dilansir Bisnis.Com, Ahad, 9 September 2018

Dari 15 perusahaan manajer investasi itu, lima pada antaranya anak badan bisnis milik negara, tiga perusahaan milik partikelir, & sisanya tujuh manajer investasi adalah perusahaan asing.

Instrumen investasi yg disasar, dari Benny, terdapat 3 jenis produk reksa dana, yakni reksa dana terproteksi, reksa dana pasar uang, dan produk alternatif investasi berupa reksa dana penyertaan terbatas.

“Saat ini, kami sedang membahas menggunakan tim komite internal wacana placement investasi ke manajer investasi, dimulai menurut 3 produk reksa dana itu,” ujar Beny.

Selain itu, komite tadi tengah mempelajari kemungkinan dana haji dan umroh murah di jakarta tadi masuk ke instrumen surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN). Artinya, BPKH akan memakai produk reksa dana menggunakan aset dasar MTN.

Namun, sejalan menggunakan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan yg membatasi penggunaan surat utang jenis ini sebagai underlying asset, maka BPKH masih belum memiliki keputusan pasti. “Nanti ada batasan-batasannya, & soal MTN ini masih dikaji oleh tim legal & manajemen risiko kami,” pungkasnya.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2018 mengenai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji telah diatur beberapa ketentuan mengenai investasi dana umat ini. Salah satunya diwajibkannya dana ini diinvestasikan ke instrumen berbasis syariah.

Selain itu, dana haji dihentikan diinvestasikan ke MTN. “Tapi jikalau melalui reksa dana masih ada peluang (investasi pada MTN). Makanya masih sedang dikaji secara mendalam dulu,” tutur Benty. Dia menambahkan, bila tidak terdapat halangan, tahun ini dana haji sudah sanggup masuk ke industri reksa dana.

Layanan Kesehatan peziarah Haji Diklaim Meningkat

Kementerian Kesehatan mengklaim layanan kesehatan untuk peziarah tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah kematian kongregasi digunakan sebagai salah satu tolok ukur.

Menurut Sekjen Kementrian Kesehatan, Untunglah, Suseno, angka kematian tahun ini hampir sama dengan dua tahun lalu. Namun demikian, pada tahun 2016 jumlah jamaah sekitar 160 ribu orang sementara saat ini ada lebih dari 200 ribu jamaah. “Alhamdulillah, hasil evaluasi memang menunjukkan angka yang cukup bagus. Jadi kalau kita melihat jumlah kematian saja. Kalau angka kematian spesifik dihitung, ini yang paling rendah,” kata Untung di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pada Minggu (23/9) malam.

Menurut catatan Siskohat dari Dirjen PHU Kementerian Agama, pada tahun 2016 jumlah jamaah meninggal sebanyak 342 orang. Jumlah itu setara dengan 0,20 persen dari total 168 jamaah.

Sedangkan pada tahun 2017, ada 657 jamaah, atau 0,32 persen dari total 203.065 jamaah. Tahun ini, hingga Senin (9/24) pagi waktu setempat sebanyak 381 jemaah meninggal. Jumlah itu sama dengan 0,18 persen dari total jumlah 203.351 peziarah yang berangkat.

Mengacu pada persentase ini, kematian peziarah tahun ini secara proporsional masih lebih rendah dari dua tahun lalu. Dari jumlah total tahun ini, para peziarah yang meninggal di Makkah mencapai 263 orang, di Madinah 73 orang, di Arafah delapan orang, dan di Mina 24.

Penurunan angka kematian yang signifikan dibandingkan tahun lalu muncul di Arafah. Pada 2017, total peziarah meninggal di Arafah yang mencapai 20 orang. “Jadi kita sudah tahu bahwa memperbaiki sistem dan memperbaiki infrastruktur telah berhasil mengurangi angka kematian,” kata Untung.

Penyebab kematian tertinggi tahun ini, menurut Untung, bukanlah penyakit jantung, melainkan paru-paru. Menurut dia, ini juga menunjukkan bahwa pemerintah berhasil melakukan pengawasan istita’ah dari tempat di mana peziarah tinggal di daerah masing-masing untuk embarkasi, kemudian Arab Saudi dan kembali ke debarkasi.

“Jadi para peziarah benar-benar dijaga semua yang kami atur berisiko tinggi. Kami menjaga dengan perawatan kesehatan yang baik dan responsif,” katanya.

hal ini diharapkan juga dalam bidang umroh, agar travel wisata halal ini semakin baik pengelolaannya tidak banyak lagi terjadi penipuan

Dia menambahkan, Tim Gerak Cepat (TGC) juga bergerak tidak seperti tahun lalu. Saat ini, ketika menemukan peziarah dalam keadaan tidak sadar, petugas kesehatan segera memberikan infus, tanpa menunggu transportasi terlebih dahulu. Orang yang sakit langsung ditangani di tempat dengan rejimen yang lebih baik.

Kain Ihram Terkena Najis? Tenang, Begini Cara Mengatasinya

saat kamu melakukan haji atau umroh pasti membutuhkan yang namanya kain ihram. Seperti yang kamu ketahui bahwa untuk bisa menggunakan kain ihram, kamu memili batas-batas tempat dan waktu tertentu. Dan baru bisa kamu lepas saat kamu telah selesai melaksanakan wukuf di Arafah hingga melempar jumrah.

Pada musim haji, biasanya kain ihram digunakan selama 3 hari antara tanggal 8 – 10 Dzulhijjah. Tentu saja bukanlah perkara mudah, sebab di sini kamu hanya diperkenankan mengenakan pakaian ihram.

Wah, pasti kebayang kan bagaimana aktivitas selama 3 hari itu? 3 hari di sini merupakan aktivitas puncak di mana seluruh jamaah dari berbagai belahan dunia berkumpul pada tempat yang sama: ARMINA (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

1

Sumber: Youtube

Berbagai kegiatan pun harus dilakukan, mulai dari makan, wudhu, bahkan untuk pergi ke MCK. Masih sangat ideal kalau aktivitas itu kamu lakukan sendiri, di masjid. Tapi bagaimana jika di ARMINA? Kamu bakalan antre. Bukan hanya satu dua orang, tapi seluruh jamaah dari penjuru dunia.

Semua aktivitas pada hari ini bisa dikatakan cukup menguras tenaga dan perhatian. Belum lagi pakaian yang kamu gunakan untuk shalat, ibadah, ke MCK dan sebagainya adalah pakaian yang sama yang tiada lain adalah pakaian ihram.

Lantas bagaimana jika kain ihram yang kamu pakai terkena najis? Apakah hal ini membatalkan haji yang dilakukan?

Dan seperti yang kamu ketahui, bahwa najis dapat mengganggu ibadah. Shalat tidak diterima bila tubuh atau kain ihram yang kamu gunakan terdapat najis. Baik itu berupa kotoran, bangkai, darah, dan sebagainya. Hal ini sebagaimana yang diutarakan pada QS. 6: 145.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini? Dari sumber yang dirangkum oleh InfoHaji, kamu tidak perlu khawatir juga pakaian ihram yang kamu gunakan terkena darah yang sedikit (seperti yang keluar dari bisul, jerawat, dan semacamnya). Hal ini dianggap tidak masalah, sedangkan darah yang dianggap najis adalah darah yang mengalir dan banyak jumlahnya.

Sementara bagi kamu (perempuan) yang sedang menjalani ibadah haji namun tiba-tiba ia haidh sehingga mengotori pakaian, dalam kondisi ini, kamu yang mengenakan pakaian ihram terdapat padanya najis boleh melakukan dua hal.
Pertama, kamu diperbolehkan mengganti pakaian ihram. Kedua, kamu bisa mencuci dan membersihkan pakaian ihram sehingga najis tersebut hilang dari pakaian.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Asma binti Abu Bakar Ra bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya tentang pakaian yang terkena darah haidh. Maka Rasulullah Saw bersabda, “Gosoklah najisnya lalu siramlah dengan air sampai bersih.

Bila najisnya sudah hilang, maka kamu diperbolehkan melaksanakan ibadah (shalat) dengan mengenakan kain ihram tersebut.

Nah, sahabat InfoHaji itulah sedikit tuntunan yang boleh jadi dapat menimpa kamu saat pakaian terkena najis.

Kini ada cara yang sangat mudah untuk bisa umroh.

Hanya dengan DP 3 jt rupiah anda sudah dapat berangkat umroh bersama Madinah Indah Wisata

Travel Wisata Halal yang telah memberangkatkan ribuan jamaah dengan pelayanan terbaik.

Dan Travel Wisata Halal ini telah memiliki izin resmi dari kemenag, so jangan Khawatir dengan penipuan.

Insya Madinah Indah Wisata travel yang amanah.

Strategi Arab Saudi untuk Jamaah Haji ke Ibadah dengan Benar

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Persiapan Haji 1439 H, tahun ini sangat matang. Kerajaan Arab Saudi telah membuat beberapa rencana administratif, teknis ke pusat media. Termasuk program untuk memperluas bagian ketiga dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Imam dari Masjid Agung Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengatakan, Kerajaan Arab Saudi terus berusaha agar para peziarah melakukan ritual ibadah dengan benar. Salah satu caranya adalah menyebarkan dan memastikan para syekh, cendekiawan dan guru, terus mendampingi para penyembah.

“Rencananya termasuk cakupan, keragaman dan kepatuhan,” kata Abdulrahman ketika menerima sekelompok wartawan dari sejumlah negara di kantornya pada hari Minggu (12/08/2018).

Dia juga mengatur agar wanita dan pria dipisahkan ketika beribadah, setidaknya tiga kali sehari. Menurut dia, musim haji tahun ini, ada ratusan pintu yang disediakan untuk jamaah.

Dia mengatakan ada 210 pintu di Masjidil Haram dan 100 pintu di Masjid Nabi. Kemudian ada 28 eskalator di Masjidil Haram, 38 untuk orang-orang berkebutuhan khusus dan tujuh untuk wanita.

Selain itu, antara lembaga dan kementerian juga bekerja bersama dan berkoordinasi sehingga peziarah melaksanakan ziarah dengan tenang.

“Mulai kedatangan para peziarah, yang berlangsung dua bulan dari bulan pertama Zulhijjah (Haji) sampai akhir Zulhijjah,” katanya.

Jawaban Kanwil Kemenkumham Kalsel Soal Keluhan Biro Jasa Haji & Umrah di Kalsel Soal Biaya Visa

Dinas biro, biro perjalanan haji, umroh di Kalimantan Selatan mengeluhkan ketentuan Pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2017 tentang pengenaan biaya visa progresif 2.000 Riyal baik sebagai peziarah atau sebagai panitia, pengawas dan pemimpin kelompok yang telah melakukan perjalanan umrah berulang kali .

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Tidak hanya itu, beban baru yang harus ditanggung oleh rakyat Indonesia juga merupakan ketentuan yang mulai berlaku pada 24 September, yaitu untuk semua pemohon visa (umroh, haji, kerja dan lainnya) untuk melakukan pencatatan biometrik (mata retina) pengambilan foto dan pencatatan sidik jari langsung) di sebuah perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Saudi, VFS / Tasheel, yang saat ini memiliki 34 kantor perwakilan di Indonesia, seperti di Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Hal ini dikemukakan oleh Dodi Karnida, Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan.

“Persyaratan untuk melakukan catatan biometrik bagi pemohon visa ke Arab Saudi atau pengenaan visa Arab Saudi reguler secara progresif, adalah otoritas negara sebagai manifestasi kedaulatan penuh negara seperti Arab Saudi. Bahkan jika seseorang sudah memiliki visa , tidak secara otomatis seseorang akan diberikan izin masuk. Mungkin bagi orang yang sudah memiliki visa di paspor mereka untuk tidak diberikan izin masuk oleh petugas imigrasi di pintu masuk negara karena alasan tertentu untuk kedaulatan negara. juga tidak dibebani dengan kewajiban untuk memberikan alasan yang jelas. “Misalnya, dengan menyatakan bahwa kehadirannya tidak diharapkan di negara ini,” kata Dodi dalam menanggapi laporan desa.

Karena tidak ada kantor Tasheel di Kalimantan Selatan di mana terdapat banyak Calon Jamaah, calon pelamar tersebut harus datang ke tempat-tempat Tasheel dan ini tentu akan menciptakan biaya akomodasi dan transportasi baru dan biaya ini tidak termasuk biaya dari catatan biometrik itu sendiri. .

Dodi percaya bahwa pemerintah pasti akan berjuang demi kepentingan rakyat untuk meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh komunitas ini.

Selama ini pemerintah selalu berinovasi untuk meringankan beban masyarakat seperti yang dipelopori oleh Imigrasi dan pemerintah kabupaten Tabalong yang dalam bentuk rencana untuk membentuk Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK) Banjarmasin di Tanjung yang tidak ada yang lain selain membawa layanan imigrasi ke masyarakat, sehingga orang tidak perlu jauh-jauh ke Kanim Banjarmasin, Kanim Batulicin dan Unit Layanan Paspor (ULP) Kanim Banjarmasin di Barabai.

Jejak Jemaah Haji Masa Kolonial Belanda

Suatu ketika ketika Anda bermain di Jeddah, lihatlah kota tua di daerah itu. Oleh penduduk setempat, ia juga disebut Al Balad, tidak jauh dari kantor pemerintah di Jeddah. Mengunjungi lokasi, tidak hanya perjalanan melintasi ruang angkasa tetapi juga mundur dalam waktu, jauh ke belakang ketika Khalifah Utsman bin Affan mendirikan wilayah tersebut pada abad ke-7.

Bangunan-bangunan itu tidak tersentuh selama ratusan tahun. Pintunya masih menyimpan keindahan ukiran Arab di masa lalu. Masing-masing adalah cap dari berbagai kerajaan yang telah menguasainya.

Jalan-jalan sempit, seperti jamak pada Abad Pertengahan, sepenuhnya bertentangan. Dia adalah geng kenangan, labirin 1,5 kilometer per persegi dengan bangunan bertingkat kuno yang bisa mencapai 30 meter.

Di masa lalu ia dikelilingi oleh tembok pelindung yang mulai diruntuhkan pada 1940-an. Sekarang hanya gerbang raksasa yang tersisa.

Berjalan-jalan di dalam kompleks, mudah untuk membayangkan sosok-sosok yang tiba-tiba muncul dalam kisah 1001 Malam. Lanun dan pangeran, jin dan burung mistis.

Tetapi ini juga tempat yang penting dalam sejarah ziarah orang-orang di negara tersebut. Setidaknya itulah tebakan saya ketika mengunjungi lokasi pada Sabtu (4/8) sore kemarin.

Seperti yang dikompilasi oleh Catia Antunes dan Jos Gommans dalam Menjelajahi Kekaisaran Belanda, 1600-2000 (2014), Kerajaan Belanda pada awalnya dimaksudkan untuk mendirikan konsulat di Mekah untuk mengawasi para peziarah dari Hindia Belanda pada pertengahan abad ke-19. . Namun, karena wilayah itu dilarang untuk non-Muslim, mereka akhirnya mendirikan konsulat di Jeddah pada tahun 1872.

Menurut catatan Konsul W Hanegraaf dalam laporan tahun 1873 yang diterbitkan dalam buku itu, konsul itu harus dikunjungi oleh para peziarah dari negara itu segera setelah ia tiba di Jeddah. Di konsulat, kongregasi kemudian mengajukan izin perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda di setiap wilayah di negara itu untuk didaftarkan.

Begitupun nanti, ketika mereka kembali ke ziarah dan ingin kembali ke kampung halaman mereka. Mereka harus mengambil izin perjalanan yang disita pada saat kedatangan. “Jadi, jika ada yang meragukan keaslian ziarah seseorang, mereka hanya menulis kepada konsul di Jeddah yang dapat segera menemukan daftar peziarah dari Pattie atau Soerabaja, misalnya,” tulis Hanegraaf dalam laporannya.

Pada saat itu, menurut pembukaan Terusan Suez, memang ada peningkatan peziarah Indonesia ke Tanah Suci menggunakan kapal uap. Menurut catatan Belanda, peziarah yang awalnya berkisar dari 2.000 pada 1860-an melompat ke 7.000 pada 1880-an. Bahkan hampir menyentuh 12 ribu pada pergantian abad.

Pada saat itu, penguasa kolonial Belanda juga sering menginterogasi para penyembah tentang perkembangan isu-isu perlawanan terhadap kolonialisme di Mekkah. Ini secara tidak langsung menunjukkan di mana konsulat Belanda berada di Jeddah pada waktu itu. “Bagi kami, yang hidup seperti tahanan di tembok-tembok Kota Jeddah, Mekah sebagai pusat Dunia Islam sepenuhnya tertutup,” tulis Consul J A de Vicq yang menjabat dari 1885 hingga 1889 dalam laporannya.

Ini berarti bahwa lokasi konsul Belanda tidak mungkin di luar perbatasan Kota Bersejarah Jeddah. Hal ini dikuatkan oleh penelitian Ferry de Goey, seorang profesor dari Universitas Erasmus, Rotterdam, yang kemudian tercatat sebagai Konsul dan Lembaga Kapitalisme Global, 1783-1914 (2015). Dalam buku tersebut, De Goey menulis bahwa kekuatan ekstrateritorial konsulat Belanda dan konsulat negara-negara barat lainnya dibatasi oleh dinding dan gerbang Kota Tua Jeddah.

Dari era awal pembentukan konsulat, salah satu potret yang paling banyak beredar diambil oleh orientalis Belanda, Snouck Hurgronje. Gambar menunjukkan sekelompok peziarah dari Mandailing, Sumatra, jongkok di sebuah bangunan yang bentuknya tidak jelas. Sejauh ini Kerajaan Belanda dan Kerajaan Arab Saudi belum meluncurkan lokasi yang tepat dari konsulat bersejarah.

Sementara foto-foto lama konsulat dari 1921 hingga 1945 sering tidak konsisten dalam bentuk bangunan. Di antaranya adalah Museum Maritim Rotterdam yang menggambarkan konsulat Belanda di Jeddah pada tahun 1924 dan mengambil gambar dari film dokumenter Kruger Filmbedrijf pada tahun 1928. Satu-satunya petunjuk dari gambar pada saat itu adalah bahwa itu terletak di sebelah selatan Gerbang Madinah.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Saat ini, gerbang masih berdiri di seberang jalan dari Masjid Qishas di daerah Al Balad, Jeddah. Ketika saya pergi ke sana, gerbang itu dijaga oleh dua Abdullah yang merupakan keturunan Arab Saudi.

Muhammad, seorang pekerja konstruksi Somalia di Kota Tua Jeddah membenarkan kecurigaan ini. Ia ditemukan hanya sekitar 100 meter dari Gerbang Medina ke pusat kota bersejarah. “Ini bukan tempat Muslim. Di sini pernah menjadi tempat kafir,” katanya sambil membuat gerakan melingkar di atas kepalanya dengan jari telunjuknya. Katanya, mendengar itu sudah lama dari orang-orang tua yang tinggal di daerah bersejarah.

Syarif, seorang lansia yang juga berasal dari Mogadishu, setuju. Menjelang sore, dia tampak sedang bersantai dengan para pekerja dari Somalia. Dia telah mulai menjelajahi Kota Tua Jeddah selama lebih dari 30 tahun.

Jauh sebelum daerah itu mulai ditinggalkan oleh penduduknya pada tahun 2007 sesuai dengan rencana pendirian warisan budaya oleh UNESCO yang akhirnya dikonfirmasi pada tahun 2014. “Jamaah haji dari zaman kuno mengatakan bahwa ini adalah tempatnya,” kata 75 laki-laki berusia satu tahun.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Setidaknya untuk hari itu, aku pulang ke rumah tanpa bisa tahu persis di mana gedung-gedung tempat para peziarah tua dari negara itu mengantre dan mengurus beleid ke Tanah Suci. Tapi kita bisa yakin mereka ada di kota tua ini.

Turun di pelabuhan tua di Kota Tua Jeddah sebelum dipindahkan lebih jauh ke selatan. Mereka mungkin menelusuri labirin kompleks di sana dan seperti peziarah saat ini, tersesat sesekali. Mereka juga menginjak jalanan kuno dengan balok-balok yang saya jalani hari itu.

Di antara mereka, dari 1906 hingga 1911, ada seorang pemuda yang kemudian memiliki peran penting dalam pembentukan sebuah negara yang disebut Indonesia. Tapi seperti yang dikatakan Shahrazad untuk menunda eksekusinya, “Ini adalah cerita untuk lain waktu, Tuanku”.